PENASULTRA.ID, KENDARI – Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) resmi dimulai yang ditandai dengan seremoni Pencanangan Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Pemerintah Provinsi Sultra di Aula RSUD Bahteramas, Kendari, Kamis 14 Januari 2021.
Gubernur Sultra Ali Mazi, Wakil Gubernur Lukman Abunawas, Forkopimda, Sekretaris Daerah, sejumlah kepala OPD menghadiri kegiatan tersebut.
Terdapat 13 orang penerima vaksin perdana yang dilaksanakan Pemprov Sultra. Rektor Universitas Halu Oleo (UHO), Muhammad Zamrun menjadi orang pertama yang divaksin, disusul oleh Asisten Bidang Pemerintahan Pemprov Sultra Basiran, dan perwakilan tenaga kesehatan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sultra dr. Tety Yuniarty.
Selanjutnya, secara berturut-turut Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika M. Ridwan Badallah, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sultra, La Ode Muhammad Ali Haswandy, dan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Muhammad Yusuf.
Menyusul Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia Abdul Halim Momo, Kepala Bagian Kesra Musdar, Kepala Bagian Rumah Tangga Idris, Kepala Seksi Perencanaan Dinas Kesehatan Abdul Gafur A. Ismail. Lalu dari tari tokoh agama, masing-masing I Nyoman Sudiana (Hindu), Marthen Sambira (Kristen), dan Ni Made Budiasih (Budha).
Plt Kepala Dinas Kesehatan Sultra, Usnia mengatakan pelaksanaan pencanangan vaksinasi Covid-19 di Sultra dan dilaksanakan secara serentak di 34 provinsi se Indonesia berdasarkan instruksi Menteri Dalam Negeri bertanggal 5 Januari 2021.
“Pelaksanaan di Sultra tersebar di dua daerah, yakni Kota Kendari dan Kabupaten Konawe sebagai daerah penyangga Sultra,” kata Usnia.
Mereka yang menjalani vaksinasi perdana di Sultra sebanyak 33 orang yang berasal dari kalangan pejabat dan tokoh agama, dengan masing-masing rincian 13 orang di Pemprov Sultra, 10 orang di Pemerintah Kota Kendari, dan 10 orang di Pemerintah Kabupaten Konawe.
Total jumlah tenaga kesehatan termasuk pejabat dan tokoh agama yang divaksin di Sultra pada periode pertama ini sebanyak 5.950 orang dengan rincian sebanyak 4.150 orang di Kota Kendari dan 1.800 orang di Kabupaten Konawe.
Dalam sambutannya, Gubernur Sultra Ali Mazi mengungkapkan, tanpa intervensi kesehatan yang cepat dan tepat, diperkirakan sebanyak 2,5 juta kasus Covid-19 akan memerlukan perawatan di rumah sakit di Indonesia dengan angka kematian diperkirakan mencapai 250 ribu kematian.
Discussion about this post