“ASN Kementerian Agama harus mampu mewarnai substansi AI dengan konten keagamaan yang otoritatif, valid, dan moderat. Kita harus memastikan algoritma masa depan tetap berpijak pada nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan,” beber Andi Sumangerukka.
Ia mengajak seluruh keluarga besar Kemenag untuk menjadi pribadi yang agile (lincah), adaptif, dan responsif dalam melayani umat.
“Dengan penguasaan teknologi yang beretika, kita optimistis mampu mengantarkan Indonesia menuju masa depan yang damai dan bermartabat,” Andi Sumangerukka memungkas.
Penulis: Yeni Marinda
Jangan lewatkan video populer:

Discussion about this post