Kedua spesies itu sepintas mirip satu sama lain, namun sesungguhnya memiliki perbedaan genetik sebesar 5,5 persen.
“Kedua spesies tersebut berpisah satu sama lain hampir 10 juta tahun lalu, yang tentu saja merupakan periode waktu yang sangat lama bagi mereka. Namun yang paling menakjubkan adalah, meskipun ada perbedaan genetik, dan meskipun telah terpisah cukup lama, kedua hewan tersebut benar-benar identik,” imbuhnya.
Fry menjelaskan, populasi anakonda di Amazon menurun sehubungan perubahan pola curah hujan dalam beberapa bulan terakhir. Kekeringan yang melanda Amazon membuat hewan raksasa ini sulit bertahan hidup.
Menurut Fry, semakin besar ukuran hewan, semakin besar kebutuhannya akan air.
Sumber: voaindonesia
Editor: Ridho Achmed
Jangan lewatkan video populer:
Discussion about this post