Hal ini tak lepas dari kontribusi PT Vale Indonesia. Pada kegiatan Rapat Paripurna Istimewa DPRD Luwu Timur. Budiman menjabarkan, sektor penambangan masih menjadi yang tertinggi dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Lutim dengan nilai Rp2,7 triliun disusul pertanian dan perkebunan sebesar Rp875,6 juta.
Pada 2022, katanya, tren pertumbuhan ekonomi Luwu Timur pada 2022 mengalami tren positif dari minus 1,39 bertumbuh menjadi 1,99 dengan pertumbuhan 3,38 poin dan menempati urutan ketiga pertumbuhan ekonomi terbaik di Sulsel.
Capaian pendapatan perkapita rata-rata masyarakat Luwu Timur tahun 2022 sebesar 92,98 juta/jiwa dibanding tahun 2021 hanya sebesar 78,58 juta/jiwa. Itu artinya ada peningkatan rata-rata pendapatan masyarakat sekitar sekitar 14,4 poin. Angka tersebut membuat persentase tingkat kemiskinan menurun dari 6,94 persen menjadi 6,81 persen atau berkurang sekitar 100 jiwa.
“Alhamdulillah, APBD Luwu Timur selama periode 2020-2023 terus mengalami peningkatan. Pada 2020 sebesar Rp1,4 triliun, kini telah meningkat mencapai Rp1,7 triliun lebih di 2023,” kata Budiman.
“Capaian positif ini juga menempatkan Lutim sebagai satu-satunya daerah di Sulsel yang meraih penghargaan APBD Award 2023 dan peringkat ke lima atas realisasi pendapatan tertinggi, belanja daerah tertinggi, dan peningkatan PAD tertinggi APBD 2022 secara Nasional,” Budiman menambahkan.
Bahkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI juga memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk pengelolaan keuangan tahun 2021. Itu artinya sudah 10 kali BPK memberikan opini WTP terhadap kinerja pengelolaan keuangan Pemerintah Kabupaten Lutim.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada PT Vale serta seluruh masyarakat yang berkontribusi dan berkomitmen untuk membangun Luwu Timur. Termasuk yang kita nikmati sekarang, Ruang Terbuka Hijau Bundaran Batara Guru, dan beberapa fasilitas lainnya,” Budiman memungkas.
Penulis: Yeni Marinda
Jangan lewatkan video populer:
Discussion about this post