PENASULTRA.ID, BAUBAU – Aksi penyegelan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Wajo yang dilakukan ahli waris bersama tim kuasa hukumnya pada Jumat 19 April 2024 pagi langsung mendapat respon dari Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Baubau, La Ode Darussalam mengatakan, Pemkot akan menyikapi secara serius dan berupaya untuk menempuh jalan terbaik.
Berdasarkan petunjuk dari Penjabat (Pj) Wali Kota Baubau Muh Rasman Manafi, kata Darussalam, pihaknya diperintahkan agar secepat mungkin menemui para ahli waris termasuk pengacara ahli waris agar dapat duduk bersama membahas persoalan tersebut.
Karena itu, untuk menindaklanjuti petunjuk Pj Wali Kota Baubau tersebut, Darussalam selaku Plt Kadisdikbud langsung berkoordinasi dengan Pj Sekda Saido Bonsai, Asisten I Setda La Ode Aswad, Kepala BPKAD Sitti Munawar dan Kabag Hukum Hamzah.
”Berdasarkan hasil koordinasi dengan pak Sekda maka Pj Sekda meminta pertemuan akan dilakukan pada hari Senin yang dihadiri Pj Sekda, Asisten I Setda, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala BPKAD, Kabag Hukum Setda Kota Baubau, ahli waris dan pengacara untuk menyelesaikan persoalan SDN 2 Wajo tersebut,” papar Asisten III Setda Kota Baubau itu.
Ditanya soal biaya ganti rugi lahan yang menjadi tuntutan ahli waris, Darussalam enggan memberikan tanggapan lebih. Namun, kata dia, secara terperinci akan dibahas pada saat pertemuan nanti.
“Itu akan dibahas pada pertemuan hari Senin bersama pak Sekda,” terang mantan kepala Dinas Kominfo Kota Baubau itu.
Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Baubau, Saido Bonsai juga memberikan merespon atas penyegelan SDN 2 Wajo yang kini telah menjadi perhatian banyak pihak tersebut.
Saido menyebut, perkara sengketa tanah SDN 2 Wajo telah berproses hukum sebelum Kota Baubau dipimpin oleh Pj Walikota saat ini.
Discussion about this post