PENASULTRA.ID, WAKATOBI – Pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil bupati Wakatobi nomor urut 2, H. Haliana dan Ilmiati Daud (HATI) selalu mendapat dukungan dari berbagai pihak. Salah satunya dukungan itu datang dari kaum milenial saat berkampanye dialogis di Kelurahan Rukuwa, Kecamatan Binongko.
Dalam kampanye, kaum milenial mempersembahkan sebuah puisi untuk pasangan HATI sebagai isyarat memberikan dukungan secara politik.
Namanya Halisa, milenial sang pembaca puisi itu. Ia mewakili milenial gender lainnya, memberi kritik terhadap pemerintahan yang hampir purna. Namun janji tak kunjung tiba untuk warga negeri pulau tukang besi.
Ia berharap, kepada pasangan Haliana dan Ilmiati Daud, jika diamanahkan rakyat memimpin Wakatobi jangan pernah menjanjikan rakyat kesejahteraan berbalut kebohongan yang dapat menyakiti hati rakyat.
Begini bunyi puisi kaum milenial itu:
Hati Bahasa Cinta Kaum Perempuan
Karya: Halisa
Janji telah jadi sampah membusuk bersama ruang-ruang suara.Gemakan janji lantang Wakatobi harus sejahtera.
Berjalan namun merangkak
Realisasi janji telah usang menjingkrak.
Bukti hanya omong kosong
Sejahtera itu hanyalah kaleng kosong. Nyaring berbunyi di tong kosong.
Sayang, kami adalah perempuan yang tak pernah belajar politik belah bambu.
Akhirnya Kami tak tau tempat untuk mengadu. Kala aspirasi di konspirasi oleh para oligarki.
Sayang, kami adalah perempuan yang tak pernah belajar menagih janji. Tapi Jika janji telah dikhianati, jangan salahkan kami pindah ke lain hati.
Hati bisa luluh oleh rayuan,
Hati juga bisa hancur oleh rayuan,
Hati bisa menimbulkan cinta,
Discussion about this post