Topik menjual keperawanan ataupun bank sperma juga sering mendasari dan
menginspirasi para penulis novel untuk mengembangkannya ke dalam plot dan karakter cerita dengan berbagai konflik dan latar belakang. Seperti novel Midnight Pleasure karya Belladonna Tossici yang tayang di platform baca dan menulis digital Cabaca.
Midnight Pleasure menceritakan kesulitan Aster yang di-PHK karena pandemi, kini harus menghadapi berbagai kesulitan ketika harus dua kali melakukan pekerjaan yang berbeda. Namun, hidupnya tidak kunjung membaik yang membuat Aster memutuskan untuk menjual diri karena terpaksa dan terjebak oleh keadaan.
Selain kisah Aster, ada juga novel berjudul Pregnancy without Husband karya Amy Sastra Kencana. Novel yang saat ini menjadi nomor 1 dalam kategori “Paling Banyak Dibaca” di Cabaca ini menceritakan Gista yang ingin memiliki anak tapi tidak ingin memiliki suami, karena trauma masa kecilnya yang membuat ia tidak percaya dengan pernikahan.
Opsinya untuk mendapatkan donor sperma tentu tidak disetujui oleh sang ibu. Hingga akhirnya Gista berakhir bersama seorang pria yang jelas asal usulnya, Vincent. Setelah hamil, ia justru berencana akan bercerai. Namun, ketulusan dan kebaikan Vincent yang tidak main-main membuat Gista mempertimbangkan pria tersebut.
“Masyarakat Indonesia masih menganggap keperawanan adalah sesuatu yang sama sakralnya dengan pernikahan. Perempuan harus masih perawan sebelum akhirnya menikah. Perempuan harus punya anak dalam koridor pernikahan. Jangankan ke situ ya, masih banyak kok anggapan perempuan ya di rumah aja, gak perlu bercita-cita tinggi,” ungkap Fatimah Azzahrah, Co-Founder Cabaca dalam keterangan persnya, Rabu 21 November 2022.
Tetapi ia justru beranggapan, isu-isu gender tetap perlu diperdebatkan. Semakin sering diperdebatkan, masyarakat akan jadi makin jeli membedakan mana kodrat, mana peran sosial, norma, dan mana yang stigma.
“Novel dan sastra adalah salah satu gerbang yang paling umum dan mudah untuk diskursus ke sana, gak perlu harus menunggu konflik antar seleb sebenarnya,” terang Fatimah.
Editor: Ridho Achmed
Jangan lewatkan video populer:
Discussion about this post