Pengurus organisasi kemahasiswaan lainnya punya pandangan yang sama, yakni mendapat inspirasi sebagai pemacu dalam membangun karakter sebagai individu yang lebih berintegritas dan mampu melewati badai dalam segala situasi.
“Kesan saya bertemu dengan pak Andi Amran Sulaiman, dia orangnya pekerja keras, jujur dan komitmen. Satu pesan yang tidak hilang dari ingatan saya setelah berjumpa dengan dia bahwa jangan jadi pendendam kalau mau jadi orang sukses, utamakan memaafkan,” kata Sekjen GMKI Sulsel, Weldi Gasong.
Weldi merasa bangga dapat bertemu langsung dengan AAS karena mendapat dukungan terhadap kerja-kerja organisasi mahasiswa.
“Bapak Andi Amran Sulaiman men-support betul apa yang menjadi kerja-kerja organisasi ke depannya untuk membangun bangsa ini, khususnya di Sulsel,” tambah Weldi.
Ketua PC SEMMI Sulsel, Aldi Rafsanjani mengakui kalau pertemuannya dengan Andi Amran bukan sekadar silaturahmi biasa, tetapi ada transfer pengetahuan di dalamnya.
“Tidak hanya sekadar silaturahmi, tapi ada transfer knowledge. Harus kami akui bahwa sebagai generasi penerus dan pewaris peradaban bangsa ini, nasihat, arahan dan bimbingan dari pak Andi Amran-lah yang begitu tulus dan paham dengan kondisi pemuda hari ini,” tutur Aldi.
Doktrin kepemimpinan dan kemandirian yang tegas dan jujur dari AAS, kata dia menjadi pengingat dan bekal buat masa depan generasi ini.
“Ini bukan sekadar berteori, kita semua melihat rekam jejaknya beliau yang lima tahun menjadi Menteri tidak pernah bersentuhan dengan KPK, justru memecat Dirjen yang mencoba bermain suap di lingkup Kementerian,” tegas Aldi.
Senada dengan Aldi, Ketua Umum KAMMI Sulsel, Iskandar Zulkarnaen juga mengaku mendapat ilmu dan pencerahan wawasan dari ceramah yang disampaikan oleh pendiri PT Tiran Group itu.
“Kami banyak mendapat ilmu dan insight baru dari pengalaman pak Andi Amran, baik sebagai seorang tokoh nasional, maupun dari sisi sebagai pengusaha sukses di Sulsel,” kata Iskandar.
Editor: Ridho Achmed
Jangan lewatkan video populer:
Discussion about this post