Penghargaan PCNO setiap tahunnya diberikan saat perayaan Hari Pers Nasional (HPN). Kesit dan Yusuf sama-sama memperoleh PCNO pada HPN 2023 di Medan, Sumatra Utara.
“Sejak mahasiswa saya sudah menulis opini di sejumlah media, antara lain Harian Bisnis Indonesia, Neraca dan Suara Karya,” papar Yusuf, yang meraih S1-nya di Universitas Muhammadiyah, S2 di Unpad, dan S3 di Unpas, Bandung.
“Cita-cita saya sebenarnya ingin menjadi kyai, ternyata bergelut di dunia kewartawanan dan tulis menulis,” ungkap penulis tujuh buah buku yang di KB ‘Antara’ terakhir menjabat Direktur Investasi Dana Pensiun dan purna bakti pada 2020.
Deklarasi Kesit-Yusuf sebagai Ketua PWI Jaya dan Ketua DKP PWI Jaya 2024-2029 dihadiri perwakilan dari pendukungnya. Sebagian dari mereka berbicara terkait Konferprov PWI Jaya 2024 ini, utamanya mengapresiasi duet Kesit-Yusuf. Di antaranya, H.Baidhowi Adnan, Norman Chaniago, Achmad Ristanto, Aat Surya Safaat, Cak Herry Sarsongko Ludiro, Mahfudin Nigara, Edison Siahaan dan James Tobing.
Kendati pemilihan Ketua PWI Jaya dan Ketua DKP PWI Jaya saat Konferprov dilakukan terpisah, namun penyatuan ‘paket’ ini memberi atmosfer tersendiri menuju hari pencoblosan pada 25 April mendatang.
Untuk penetapan Ketua PWI Jaya 2024-2029, Kesit hampir dipastikan berkompetisi dengan Iqbal Irsyad, bendahara di kepengurusan PWI Jaya 2019-2024. Sejauh ini Iqbal Irsyad belum memutuskan pendampingnya di posisi DKP. Namun, untuk DKP ini, baru Berman Nainggolan Lumban Raja yang sudah mendaftarkan diri. Berman adalah Sekretaris DKP PWI Jaya 2019-2024, dan saat ini menjadi Plt Ketua DKP PWI Jaya.
Pendaftaran untuk mengikuti kompetisi Ketua PWI Jaya 2024-2029 dan Ketua DKP PWI Jaya ini masih dibuka hingga 1 April 2024.
Editor: Ridho Achmed
Jangan lewatkan video populer:
Discussion about this post