PENASULTRAID, BOGOR – Ketua Umum (Ketum) Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) H. Endang Sudrajat mengingatkan para anggotanya untuk menjadikan respons tanggap darurat bencana sebagai bagian dari ibadah.
“Mari kita jadikan respons tanggap darurat bencana sebagai bagian dari ibadah kita, seperti ketika kita mendengar adzan. Kita harus meresponsnya dengan cepat, tanggap, dan penuh rasa tanggung jawab,” kata Endang dalam keterangan tertulisnya, Selasa 4 Maret 2025.
Endang menyampaikan hal itu merespons seringnya terjadi bencana hidrometeorologi beberapa bulan terakhir ini di berbagai wilayah Indonesia, khususnya Jabodetabek Banten.
Ia mengibaratkan umat Islam ketika mendengar suara adzan maka langsung merespons, tidak perlu disuruh lagi untuk melaksanakan salat di Masjid atau Musholla.
“Para Ikhwan anggota UAR yang dirahmati Allah, ketika kita mendengar adzan, apa yang kita lakukan? Kita langsung merespons, tidak perlu lagi disuruh atau diperintah. Kita tahu bahwa adzan adalah panggilan untuk melaksanakan salat, dan kita harus segera meresponsnya,” ujar Endang.
”Begitu juga ketika terjadi bencana alam, seperti gempa bumi, banjir, atau kebakaran. Kita harus meresponsnya dengan cepat dan tanggap, seperti ketika kita mendengar adzan. Tidak perlu lagi menunggu perintah atau instruksi dari orang lain karena setiap komponen UAR sudah mempunyai SOP masing-masing,” tambahnya.
Endang mengingatkan seluruh anggota UAR agar selalu waspada dan melengkapi peralatan tugas serta menguasai keterampilan dalam menghadapi bencana, karena bencana alam dapat terjadi kapan saja dan di mana saja.
Discussion about this post