“Peserta KKN membuat instrumen acuan yang bisa digunakan desa untuk bergerak mencegah penyebaran virus corona,” jelasnya.
Tahap pertama, kata Mukhsar, peserta KKN atau mahasiswa menyebarkan instrumen untuk mengukur mengukur pengetahuan, sikap dan perilaku warga desa terhadap Covid-19.
“Lalu melakukan sosialisasi untuk memperkuat kapasitas pengetahuan, sikap dan perilaku warga desa termasuk aparat desa terhadap Covid-19,” ungkapnya.
Pada Minggu kedua, peserta KKN mengukur kembali perkembangan pengetahuan, sikap dan perilaku warga desa terhadap Covid-19. Hasil pengukuran inilah yang menjadi evaluasi untuk memberikan penguatan yang masih belum sepenuhnya dipahami oleh masyarakat terkait pencegahan Covid-19
“Pada Minggu terakhir, dilakukan pengukuran lagi untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat terkait cara mencegah penyebaran Covid-19,” ujarnya.
Hasil pengukuran terkait tingkat pengetahuan sikap dan perilaku warga desa terhadap cara pencegahan Covid-19 mengalami peningkatan. Semula hanya sekitar 20,3 persen meningkat menjadi 76,8 persen pada akhir kegiatan.
“Harapan kami, dengan bekal pengetahuan terkait bahaya Covid-19 terutama kepada warga desa dan aparat desa akan menjadikan desa-desa khususnya di wilayah Sultra menjadi desa yang selalu siaga terhadap penyebaran Covid-19,” tutupnya.
Penulis: Yeni Marinda
Jangan lewatkan video populer:
Discussion about this post