PENASULTRA.ID, BOGOR – Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2022 dan Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) ke-76 yang dilaksanakan PWI Kota Bogor berlangsung sederhana namun sarat makna.
Acara peringatan yang dipusatkan di sekretariat PWI Kota Bogor, Jalan Tirto Adhi Soerjo, Tanah Sareal, Kota Bogor, kemarin, diisi syukuran doa bersama dan pemotongan tumpeng. Kegiatan tersebut diikuti pengurus dan anggota PWI Kota Bogor serta sejumlah tamu undangan.
Ketua PWI Kota Bogor Arihta Utama Surbakti dalam sambutannya menyampaikan perjalanan PWI Kota Bogor dalam lima tahun terakhir ini banyak hal, suka maupun duka yang dijalani bersama. Bahkan, banyak hal yang dijalani menjadi inspirasi serta barometer bagi PWI daerah lain.
Kondisi pandemi yang terjadi, juga menimpa seluruh insan pers di Kota Bogor khususnya. Namun, Ari memberikan motivasi agar seluruh wartawan bertahan menghadapi pandemi, baik secara kinerja di lapangan maupun berkarya di perusahaan media masing-masing.
“Saya ingin dan memang dari awal saya tegaskan kepada rekan semuanya kita ini satu, profesinya sama wartawan, maka harus punya tujuan yang sama bagaimana membangun marwah PWI dan kita harus pertahankan itu. Apalagi di era pandemi ini, kekompakan dan soliditas harus dibangun,” ungkap Arihta, Rabu 9 Februari 2022.
Dikesempatan itu juga, Arihta memohon maaf apabila dalam perjalanan memimpin PWI Kota Bogor hingga periode kedua ini masih banyak kekurangan. Kekurangan-kekurangan itu, kata dia, akan dilengkapi oleh rekan-rekan PWI Kota Bogor secara kebersamaan, kompak serta solid.
“Saya hanya manusia biasa, semuanya punya kelemahan, maka kekuatannya adalah kita bersama-sama saling melengkapi. Saya kira hari ini membuktikan bahwa teman-teman berusaha melengkapi dan sudah melengkapi. Ketika saya mengalami degradasi, teman-teman ternyata dengan semangatnya yang luar biasa,” papar Ari sapaan akrab Arihta.
Kehadiran Wartawan Ditengah Pandemi dapat Apresiasi Positif https://t.co/qsLCWRI34s
— Penasultra.id (@penasultra_id) February 10, 2022
Ia mengatakan, nasi kuning yang berbentuk gunung disimbolkannya sebagai kekuatan atau benteng. Oleh karenanya, PWI harus menjadi benteng dari kebenaran untuk publik. Ia juga menyampaikan terkait revitalisasi GOR Pajajaran yang kemungkinan besar akan menggerus Mako Tirto 4 sebutan sekretariat PWI Kota Bogor.
“Dan perlu saya sampaikan pada hari ini kemungkinan besar dan saya yakin ini adalah HPN terakhir kita menggelarnya di Mako Tirto 4, karena kita tahu semua akan ada revitalisasi GOR Pajajaran yang notabene akan menggerus semua yang ada sekitarnya, termasuk PWI,” ucap Ari.
Discussion about this post