“Saat kepergian ayah, disitulah mulai muncul kesadaran dan kedewasaan, kalau saya tidak berubah maka kedepan mau jadi apa, bagaimana caranya untuk bisa bangkit dan mengangkat derajat keluarga yang kurang memiliki nilai di mata masyarakat. Maka saat itu seketika lahir sebuah keputusan, saya harus sekolah setinggi-tingginya, karena hanya jalan itu yang bisa merubah segalanya dan bisa mengangkat derajat keluarga,” beber Muslim
“Banyak suka duka semasa almarhum ayah masih hidup. Saat ini kalau aku mengingat semua itu perasaan sedih dan sedikit ada rasa menyesal,” tambahnya.
Muslim membuktikan dan mewujudkan apa yang diikrarkannya kala itu, bahwa seorang anak yang tumbuh dan ditinggalkan seorang ayah di tengah kesulitan, mampu sukses dan bersaing.
Di momen pesta politik lima tahunan yang bakal digelar serentak di Muna pada November 2024 mendatang, pria 43 tahun itu memantapkan tekadnya untuk menjadi salah satu kontestan.
Muslim akan pulang kampung halaman untuk mencalonkan diri sebagai Bupati Muna. Dia bahkan rela melepaskan jabatannya di Kemenpora RI.
“Salah satu tujuan hidupku adalah agar bisa berbuat baik dan bermanfaat kepada masyarakat secara meluas. Menjadi bupati Muna adalah cita-cita saya dan melalui jalan ini, semoga tujuan itu dapat terwujud,” Muslim memungkasi.
Penulis: Sudirman Behima
Editor: Yeni Marinda
Jangan lewatkan video populer:
Discussion about this post