“Untuk pengemasan sendiri bisa disesuaikan dengan kebutuhan pribadi maupun pemasaran. Intinya, pastikan dalam penyimpanannya botol tertutup rapat untuk tahan lama dan menghindari adanya kontaminasi bakteri,” papar Arman.
Inovasi ini mendapatkan respon positif dari ibu-ibu dan Kepala Desa Wawondengi, Sirajudin yang ikut hadir dalam kegiatan tersebut.
“Enak dan hangat di tenggorokan, cocok diminum ketika hujan,” ujar Sirajudin.
Tim Dosen Pembimbing KKN Tematik UMW Kendari juga memberikan apresiasi positif. Mewakili rekan-rekannya, Dr. Apt. Rifa’tul Mahmudah menyambut baik adanya olahan minuman instan herbal buatan mahasiswa UMW.
Rifa’tul berharap, inovasi yang sudah ditemukan dapat diteruskan oleh ibu-ibu PKK dan masyarakat Desa Wawondengi sebagai bentuk pengembangan UMKM untuk dapat membantu perekonomian.
Editor: Ridho Achmed
Jangan lewatkan video populer:
Discussion about this post