Halal, bebas alkohol, dan uji dermatologis adalah klaim perawatan kulit yang dianggap paling penting oleh sebagian besar responden, dan wanita cenderung lebih mempertimbangkan klaim skincare ini daripada pria.
Pembelian Produk Kecantikan
E-commerce menjadi tempat teratas pembelian makeup dan skincare secara online, selain media sosial dan website resmi. Sedangkan, pembelian makeup secara offline toko kosmetik memimpin dengan 51%, minimarket/supermarket dengan 37%, department store 15%, dan sales 10%.
Lalu, pembelian skincare secara offline lebih banyak membeli di minimarket/supermarket dengan 38%, toko kosmetik 32%, department store 17%, dan sales 8%.
Head of Research Jakpat, Aska Primardi mengatakan, data retail 2023 menunjukkan penjualan makeup dan kosmetik mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Walaupun mayoritas pembelian dilakukan secara online via e-commerce, kita tetap perlu memperhatikan pembelian offline via toko kosmetik untuk makeup, dan via minimarket untuk skincare, karena pengalaman membeli secara offline bisa membantu konsumen untuk menilai produknya secara langsung dan mencobanya di kulit/wajah mereka sebelum membelinya. Baru kemudian pada tahap repurchasing bisa dilakukan via online,” ujar Aska.
Mengenai sumber informasi makeup maupun skincare, akun dan iklan media sosial menjadi 2 sumber utama informasi mengenai produk kecantikan. Selain itu, sebagian besar responden mengandalkan Instagram dan TikTok saat mencari referensi produk kecantikan.
Merek apa saja yang masuk 5 besar setiap kategori pada produk makeup dan skincare? Berapa rata-rata pengeluaran yang dihabiskan untuk membeli produk kecantikan? Apa saja pertimbangan mereka dalam membeli produk kecantikan?
Dapatkan hasilnya dengan data mendetail dalam laporan Jakpat “Beauty Trends 2023” pada tautan berikut:
https://blog.jakpat.net/beauty-trends-2023/.
Editor: Ridho Achmed
Jangan lewatkan video populer:
Discussion about this post