Nopian juga menampilkan data hasil pemeriksaan kesehatan calon pengantin di Provinsi Jambi yang diinput melalui Elsimil sebagai gambaran bagi para kepala daerah Provinsi Jambi. Ia menjelaskan, Jambi memiliki 7.662 tim pendamping keluarga yang salah satu tugasnya adalah mendampingi calon pengantin.
Berikutnya, Nopian menjelaskan tentang Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik maupun non-fisik/ BOKB dari BKKBN untuk Provinsi Jambi dan menekankan kepada realisasi anggaran DAK non-fisik agar terus ditingkatkan penyerapannya karena dinilai masih cukup rendah.
Nopian tak lupa mengapresiasi upaya Pemerintah Provinsi Jambi atas keberhasilannya menurunkan angka prevalensi stunting secara signifikan dari 22,4 % pada 2021 menjadi 18% pada 2022 berdasarkan hasil survei Studi Status Gizi Indonesia (SSGI). Dengan demikian, Jambi menempati urutan tujuh provinsi terbaik dalam penanganan stunting di Indonesia.
Sementara itu, Gubernur Jambi H Al Haris mengatakan optimismenya dalam upaya percepatan penurunan stunting dengan berbagai rencana aksi.
“Kita targetkan di tahun 2023 dan 2024, kita maksimalkan sebisa mungkin di bawah angka hari ini. Gerakan untuk semua masif luar biasa dan kita juga meminta dan melibatkan Polri TNI. Di sini ada Babinkamtibnas dan lainnya, kita juga minta mereka fokus membantu kita di lapangan. Nah kalau ini bisa dibuat dengan baik dikemas dengan baik di lapangan, saya yakin ini pasti akan di bawah angka 12 Pak di akhir 2024 depan. Saya lihat semangat kabupaten/kota ini luar biasa di lapangan,” kata Al Haris memungkasi.
Sumber: Media Center BKKBN
Editor: Ridho Achmed
Jangan lewatkan video populer:
Discussion about this post