“Dari juri itu tidak ada Polisinya, juri dari luar. Juri sudah kompeten sudah memahami mural, kita fasilitasi semuanya dewan juri yang profesional memilihnya,” ucap mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya itu.
Argo mengungkapkan, seni mural memberikan kebebasan bagi pembuatannya untuk mengekplorasi kreativitas yang dimiliki. Juga untuk memenuhi hasrat dan nilai estetis lalu dicurahkan pada media yang permanen. Menurut Argo, meskipun beriringan dengan perkembangan zaman yang beralih pada media digital, momentum pergerakan terjadi di komunitas mural Indonesia terus memberikan peluang bagi para penggiatnya.
Oleh karena itu, lanjut dia, Polri menilai kreatifitas muralis patut diapresiasi dan dipublikasikan untuk dapat menginspirasi semangat pergerakan dalam menyampaikan kritik dan pesan positif dalam media mural.
“Bahkan nantinya karya para pemenang festival mural akan dilukis di tiang jalan Layang Non Tol Bus Transjakarta yang ada di depan Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan. Untuk memajang karya pemenang mural Bhayangkara Mural Festival, Polri telah berkoordinasi dengan Pemprov DKI Jakarta,” jelasnya.
“10 pemenang akan menggambar mural lagi di tiang Mabes Polri, ada lima tiang kami sudah izin pemerintah DKI. Tiang itu tinggi, akan dibuat dua mural atas bawah, setelah kegiatan akan gambar di tiang. Kita berikan ruang bagi tempat mereka yang juara disini,” pungkas Argo.
Editor: Basisa
Jangan lewatkan video populer:
Discussion about this post