PENASULTRA.ID, KENDARI – Bicara soal kuliner Nusantara memang tidak ada habisnya. Mulai dari manis, asin, sampai gurih, semuanya ada.
Di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terdapat beragam makanan yang tidak boleh anda lewatkan alias wajib dicoba. Salah satunya yaitu Parende atau Kaparende.
Parende atau Kaparende sebenarnya adalah cara mengolah makanan. Panganan ini berbahan dasar ikan dan daging ayam.
Di Buton, Parende berbahan dasar ikan merupakan sup ikan bumbu kuning. Cita rasa menu istimewa ini adalah rasa pedas berpadu asam dan gurih, sungguh menggugah selera.
Ikan yang digunakan untuk bahan utama Parende seperti ikan kakap, kerapu atau tengiri, ikan tuna, ikan cakalang, dan ikan tongkol.
Sementara bahan pembuatan yang digunakan terdiri dari bawang merah, bawang putih, tomat, cabai, belimbing wuluh, dan bumbu rempah-rempah lainnya.
Untuk bahan dasar ayam harus jenis ayam kampung, bukan ayam broiler (ayam potong atau ayam pedaging yang telah dikembangbiakkan secara khusus).
Bahan yang digunakan untuk memasaknya juga berbeda.
Cara Membuat Parende
Owner Kedai Ratu Alam Kendari, Ali Rahman memberikan informasi tahapan membuat Parende. Pertama-tama siapkan ikan yang telah di bersihkan.
Campurkan asam dengan air, lalu diremas-remas. Tuang ke dalam panci. Masukkan ikan yang telah dibersihkan tadi, tambahkan daun serei dan kemangi.
Tunggu hingga matang. Lalu masukkan irisan bawang merah dan bawang putih, tomat, garam, cabai rawit, belimbing, dan penyedap rasa.
“Tunggu hingga matang. Lalu sajikan,” kata Rahman baru-baru ini.

Berbeda dengan bahan dasar ayam, cara memasaknya bahkan lebih sederhana karena sangat minim bumbu. Bahkan Rahman menyebut Parende adalah kuliner tanpa bumbu.
Awalnya, ayam yang telah dibersihkan dari bulunya lalu dibakar terlebih dahulu kemudian dipotong agar rasa tidak ada rasa anyir atau amis.
Siapkan wadah atau wajan yang berisi air secukupnya. Lalu masukkan ayam yang telah dipotong-potong tadi disertai serai, garam, penyedap rasa, serta yang paling utama ialah daun buah kedondong hutan yang masih muda atau goloh dalam bahasa Muna.
Daun inilah yang membuat lidah si perasa akan ketagihan untuk mencicipinya.
“Hanya seperti itu saja bahannya. Cara memasak juga langsung disatukan dalam wadah ditambahkan air disesuaikan dengan banyaknya ayam atau ikan yang diparende,” Rahman menambahkan.
Lalu masak hingga matang dan disajikan. Pasangan menu berkuah ini sangat cocok dimakan dengan nasi, Sinonggi, ataupun Kasuami.
Discussion about this post