Di lagu ini, sambung Victor, Party at Eden juga memberikan sudut pandang bias yang multi-interpretasi mengenai hubungan manusia dengan Tuhan yang telah lama ia tinggalkan karena terbuai dengan dosa.
“Kini ia masih mencari jalan kembali, tetapi belum menemukan jalan yang tepat dan berharap suatu saat kedamaian yang ia rasakan sebelumnya dalam hubungannya dengan Tuhan dapat terulang kembali,” kata Victor.
Sementara Hadi mengatakan bahwa Party at Eden merupakan unit cadas yang permainan musiknya berdasar pada genre djent dengan elemen tambahan yang lebih mengarah kepada modern progressive metal, groove metal, metalcore dan juga post-hardcore.
Sepanjang perjalanan karier bermusiknya, Party at Eden mencoba menggebrak industri musik baik secara lokal maupun global lewat tiga single berjudul “Alphawave” (2021), “Virus” (2022) dan “The Wish Key” (2023).
Party at Eden juga sukses menjadi salah satu nominator ajang penghargaan musik keras Indonesia, yakni Hammersonic Awards 2023 silam, untuk kategori New Beast alias Pendatang Baru Terbaik. Saat ini, single “Pink Like Candy” milik Party at Eden sudah bisa didengarkan di berbagai platform pemutar musik digital.
Editor: Ridho Achmed
Jangan lewatkan video populer:
Discussion about this post