“Terima kasih pada panitia Adinegoro, PWI dan Dewan Juri mengapresiasi karya saya, semoga ini memotivasi diri saya untuk lebih baik berkarya,” ucap Hayu.
Selanjutnya pemenang kategori Jurnalistik Siber diraih Satrio Pangarso Wisanggeni, Margaretha Puteri Rosalina, dan Albertus Krisna dari Kompas.id dengan karya berjudul “Mau Cepat Impas, Pilih Kuliah Keguruan atau Kedokteran” yang terbit pada 29 Juli 2022.
“Terima kasih kepada Panitia Adinegoro yang telah memberikan penghargaan ini kepada kami, semoga bisa menjadi penyemangat kami meliput peristiwa penting bagi publik,” ujar Satrio.
Untuk pemenang kategori Jurnalistik Radio adalah Salma Amin dari RRI Nunukan dengan karyanya berjudul “Tanah Kami Indonesia Selamanya” yang tayang pada 5 September 2022.
“Sebelumnya saya ucapkan Alhamdulillah, puji dan syukur pada Allah Subhanallahu wa ta’ala dan juga berkat dukungan dari teman-teman dan ini adalah karya tim yang membantu saya di bawah koordinasi pimpinan RRI Nunukan yang mendukung kami menyelesaikan karya ini, menjadi motivasi kami dan saya juga teman-teman di RRI Nunukan untuk bisa menulis karya yang betul-betul menjadi suara masyarakat dari perbatasan, tepatnya di perbatasan Indonesia-Malaysia, Kabupaten Intan, Kalimantan Utara,” tutur Salma.
Berikutnya kategori Jurnalistik Karikatur dimenangkan oleh Thommy Thomdean dari Kompas dengan judul “Tragedi Bola” yang terbit pada 5 Oktober 2022.
“Terima kasih pada panitia Adinegoro 2022 juga redaksi di Harian Kompas, Mas Budi Santos mitra saya diskusi dalam pembuatan karikatur dan Mas Sutta sebagai pemred (Harian Kompas). Harapan saya ke depannya tidak ada lagi karya yang serupa, saya tidak perlu lagi bikin karya yang sama,” tutur Thommy.
Kemudian pemenang kategori Jurnalistik Video Media Sosial diraih Klena Wisnu Sapta Nugraha bersama tim dari Narasi dengan karya berjudul “Momen-Momen Brutal Menjelang Kematian Massal” yang tayang pada 14 Oktober 2022.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada publik yang ikut berpartisipasi dalam karya investigasi Narasi, mereka sudah susah payah terlibat dalam tragedi Kanjuruhan yang brutal di Malang, dan terima kasih kepada Dewan Juri yang kami yakin sudah memilih secara objektif,” tuturnya.
Ia berharap karya Narasi ini tidak berhenti sampai penghargaan, tapi Tragedi Kanjuruhan terungkap jelas dan korban-korbannya mendapat keadilan dalam proses peradilan yang sedang berlangsung.
Lebih lanjut, Wisnu berpendapat, hadirnya kategori baru, yakni Jurnalistik Video Media Sosial dalam Anugerah Jurnalistik Adinegoro tahun ini menunjukkan kejelian penyelenggara.
“Tentu ini bagian dari pengembangan dari penghargaan karya jurnalistik sebenarnya tidak baru dalam konteks karya pembuatan, tapi ini adalah jelinya para penyelenggara bahwa karya jurnalistik juga tersebar di berbagai platform media sosial. Kami berharap ke depan tentu penyelenggara untuk memberikan apresiasinya bagi mereka yang terlibat dan menyebar distribusi karyanya di media sosial,” pintanya.
Untuk kategori Jurnalistik Cetak dimenangkan oleh Farid S. Maulana dari Jawa Pos dengan karya berjudul “Jangan Sampai 135 Nyawa Cuma Jadi Angka: Pengingat dari Lagu, Mural, dan QR Art” yang terbit pada 11 Oktober 2022.
“Alhamdulillah senang, di atas duka ya tapi berharap 135 ini jadi yang terakhir. Terima kasih atas penghargaannya,” ucap Farid.
Dan satu lagi pemenang kategori Jurnalistik Televisi diraih Maryo Sarong dari Kompas TV dengan karyanya berjudul “Berkas Kompas Episode Siapa Jaga Masyarakat Adat?” yang tayang pada 7 Juli 2022.
“Terima kasih kepada para juri yang telah memberikan penilaian kepada kami juga kepada Pemimpin Redaksi kami Mbak Rosi Silalahi dan juga Mas Yogi Nugraha Wapimred kami. Kami mengangkat masalah masyarakat adat agar bisa menyuarakan apa yang mereka butuhkan kepada pemerintah dan juga masyarakat,” kata Maryo yang hadir bersama produser Githa Maharkesri.
“Akhirnya karya jurnalistik kami bisa membawa piala Adinegoro kembali ke Kompas TV,” Githa menambahkan.
Penghargaan Anugerah Adinegoro 2022 akan diserahkan kepada para pemenang di depan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) saat acara puncak Hari Pers Nasional 9 Februari 2023 di Medan, Sumatera Utara.
Editor: Ridho Achmed
Jangan lewatkan video populer:
Discussion about this post