PENASULTRA.ID, MUNA – Warga Desa Kolese, Kacamatan Pasikolaga, Kabupaten Muna menyoroti pengadaan puluhan unit mesin perahu tempel alias ketinting yang diduga tidak sesuai spesifikasi dan Rencana Anggaran Belanja (RAB).
Kualitas as pemutar baling-baling perahu ketinting dipertanyakan oleh warga Desa Kolese yang memperoleh bantuan.
LS (inisial), salah seorang warga Desa Kolese mengungkapkan, dari puluhan mesin ketinting, hanya tiga unit yang dapat digunakan selebihnya tak bisa dipakai.
Pasalnya kata dia, as pemutar baling-baling mudah bengkok dan gampang patah. Ia mensinyalir kualitas as tersebut tidak sesuai spesifikasi alias “kaleng- kaleng”.
“Dia punya as bisa kita lipat hanya dengan menggunakan tangan. Jadi tidak bisa terpakai, hanya tiga saja yang dipakai tapi itu juga diragukan ketahanannya. Harga mesin ketinting, yakni as sampe baling-baling itu anggarannya Rp5,4 juta,” ungkap LS saat ditemui di Kota Raha, Jumat 17 September 2021.
Buntut tidak sesuainya kualitas, kata pria berusia 52 tahun itu, nelayan yang menerima bantuan tidak berani mempergunakan perahu ketinting untuk melaut. Mereka kuatir jika as tiba-tiba patah di tengah laut.
Gubernur Ali Mazi Resmikan Patung Soekarno di Sultra https://t.co/qqHpQXatxh
— Penasultra.id (@penasultra_id) September 18, 2021
“Ya kalau as nya patah ditengah laut sudah pasti perahu tak bisa jalan dan terombang-ambing oleh ombak. Saat ini masyarakat masih ribut soal itu,” timpal LS.
Selain soal kualitas as pemutar baling-baling ketinting, masih ada beberapa sekelumit persoalan yang diributkan warga di Desa Kolese. Di antaranya Pembangunan gedung sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Discussion about this post