PENASULTRA.ID, KONAWE UTARA – Kehadiran PT Aneka Tambang (Antam) di Kabupaten Konawe Utara (Konut), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menjadi salah satu pilar ekonomi.
Hal tersebut dikemukakan Ketua Forum Pascasarjana Konawe Utara di Jakarta, Gafur SH, MH baru-baru ini.
Pernyataan Gafur itu sekaligus merupakan tangkisan tudingan miring yang dialamatkan kepada PT Antam, yang mana isu tersebut menyebutkan bahwa PT Antam seolah tidak memberikan dampak positif bagi daerah.
Menurut Gafar, keberadaan Antam sebagai perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dari segi perspektif ketatanegaraan sangat relevan dengan semangat Pasal 33 UUD 1945.
“Jadi, tidak mungkin Antam akan bertentangan dengan karya agung bangsa ini sebagaimana yang tertuang dalam Pasal 33,” sebut Gafar melalui keterangan tertulis, Selasa 29 November 2022.
Bagi pria kelahiran Konut ini, tudingan Antam yang tidak memberikan dampak positif kepada daerah itu tidak benar. Yang ada justru Antam menjadi salah satu pilar ekonomi di Bumi Oheo.
“Gampang saja variabelnya bisa dilihat data yang diakses lewat media bagaimana Antam berupaya berkontribusi kepada infrastruktur yang dapat menjadi pendongkrak aktivitas ekonomi masyarakat yang ada di sekitar Antam,” tutur Gafar.
Gafar lalu mencontohkan beberapa kontribusi positif yang telah dilakukan Antam. Diantaranya, pembangunan tribun di Desa Tapunopaka sebagai sarana pengembangan kegiatan masyarakat pada 2022.
Kemudian, adanya bantuan perbaikan pelabuhan tambat labuh TPl Molawe yang fungsinya dirasakan langsung masyarakat nelayan sebagai tempat bongkar muat hasil nelayan yang secara bersamaan pula membuka akses wisata ke Labengki.
Discussion about this post