CEO OceanGate sekaligus pilot kapal selam itu, Stockton Rush, ikut tewas dalam ledakan kapal selamnya bersama keempat penumpang lain, yaitu sepasang ayah-anak dari keluarga Pakistan terpandang, Shahzada Dawood dan Suleman Dawood; petualang Inggris Hamish Harding; dan ahli kapal Titanic Paul-Henri Nargoelet.
Perwakilan Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS dan Dewan Keselamatan Transportasi Kanada, yang bersama-sama terlibat dalam penyelidikan, juga menolak berkomentar.
Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS mengatakan, Penjaga Pantai AS telah menyatakan hilangnya kapal selam Titan sebagai “kecelakaan kelautan besar” dan Penjaga Pantai AS akan memimpin penyelidikannya.
“Kami tidak dapat memberikan informasi tambahan lain pada saat ini karena penyelidikan masih berlangsung,” kata Liam MacDonald, juru bicara Dewan Keselamatan Transportasi Kanada.
Juru bicara Organisasi Kelautan Internasional (IMO), badan kelautan PBB, mengatakan bahwa laporan apa pun yang menyelidiki bencana tersebut akan diserahkan untuk bahan peninjauan. Negara anggota IMO juga dapat mengajukan perubahan, misalnya regulasi kapal selam yang lebih ketat.
Saat ini, IMO memiliki pedoman keselamatan sukarela untuk kapal selam wisata yang mencakup persyaratan untuk diperiksa, memiliki rencana tanggap darurat, dan memiliki pilot bersertifikat di antara persyaratan lainnya.
Proposal keselamatan apa pun kemungkinan tidak akan dipertimbangkan IMO hingga Komite Keamanan Kelautan berikutnya yang dimulai pada Mei 2024.
OceanGate Expeditions, perusahaan yang memiliki dan menjalankan kapal selam Titan, bermarkas di AS. Akan tetapi, kapal selam itu sendiri terdaftar di Bahama. Kantor OceanGate di Everett, Washington, tutup ketika puing kapal selam itu ditemukan. Sementara kapal induknya, Polar Prince, berasal dari Kanada.
Operator kapal selam itu mematok harga $250.000 (sekitar Rp3,7 miliar) per orang untuk menikmati perjalanan wisata laut dalam itu.
Ledakan kapal selam Titan telah menimbulkan pertanyaan seputar keamanan kegiatan eksplorasi bawah laut swasta. Penjaga Pantai AS juga ingin memanfaatkan penyelidikan ini untuk meningkatkan keamanan kapal selam.
Sumber: voaindonesia
Editor: Ridho Achmed
Jangan lewatkan video populer:
Discussion about this post