PENASULTRA.ID, BOMBANA – Pulihkan ekonomi di masa Covid-19, pemerintah kabupaten Bombana bekerja sama dengan PT Inti Nusa Raya Indonesia membantu masyarakat atau petani rumput laut. PT Inti Nusa Raya Indonesia merupakan salah satu dari sembilan perusahaan yang bergerak dibidang pabrik rumput laut terbesar di Indonesia.
Kini perusahaan yang dipimpin oleh George H. Riswantyo telah kontrak oleh pemerintah kabupaten Bombana dan sudah berjalan sejak Mei 2020 lalu.
Pemkab Bombana memilih perusahaan ini tentu tujuannya untuk mendukung dan membantu para petani rumput laut secara keseluruhan di Wonua Bombana.
Tidak tanggung-tanggung, kabupaten yang dinakhodai Tafdil ini telah menggelontorkan dana sebesar Rp 2 miliar untuk membeli hasil pertanian masyarakat mengingat harga rumput laut mengalami anjlok akibat dampak Covid-19.
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan kabupaten Bombana, Muh Sarif mengatakan dana tersebut dikelola langsung oleh pemerintah daerah Bombana. Dimana pemerintah membeli rumput laut secara langsung ke petani rumput laut dengan harga diatas harga pasaran. Kemudian rumput laut yang terkumpul, akan diserahkan ke perusahaan.
“Petani belum bisa langsung mengambil uangnya layaknya mereka jual di tengkulak rumput laut. akan tetapi dilakukan uji laboratorium terlebih dahulu, nanti setelah itu baru dibayarkan,” ungkap Sarif saat RDP, Senin 22 Maret 2020.
Sayangnya, upaya pemerintah terkesan tidak memberikan dampak positif bagi petani rumput laut yang ada di Wonua Bombana. Petani lebih memilih menjual ke tengkulak karena tanpa lewat proses lama yang harus diuji lagi ke laboratorium.
“Selain itu, yang menjadi persoalan, antara petani rumput laut dengan tengkulak/pengumpul sebagian besar sudah saling terikat. Faktanya, meskipun saat itu, harga sempat anjlok sampai Rp 5.000 mereka tetap jual dipengumpul, tapi pemerintah tetap membeli dengan harga Rp 20.000,” ucap Sarif.
Discussion about this post