PENASULTRA.ID, KONAWE SELATAN – Keberadaan Gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) Lalonggasu Kecamatan Tinanggea, Konawe Selatan (Konsel) sangat memprihatinkan.
Pasalnya bangunan sekolah yang terdiri dari enam ruang kelas belajar (RKB) dan tiga RKB SMP Satap Tinanggea sejak 2012 hingga kini belum dilakukan perbaikan (rehab), sehingga kondisi bangunannya rawan roboh.
Melihat kondisi bangunan yang belum mendapat perhatian dari pemda melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Konsel, anggota DPRD Konsel Mbatono Suganda berharap pemerintah menganggarkan rehab bangunan SDN tersebut di 2024 ini.
“Kondisinya memang sudah sangat memprihatinkan. Kondisi bangunannya sudah layak untuk direhab. Mulai Lantainya sudah rusak berat, Plapon, atap hingga tembok. Termasuk fasilitas lainnya seperti Meja dan kursi untuk pelajar sudah sangat parah dan minim,” kata Mbatono Suganda, Jumat, 22 September 2023.
Menurut anggota Komisi III DPRD Konsel ini, usulan rehab untuk SDN Lalonggasu yang juga satu atap dengan SMP 3 Tinanggea ini sudah disampaikan dan diajukan kepada pemda untuk dialokasikan anggaran melalui APBD sejak 2020 lalu. Tetapi hingga kini belum terealisasi.
“Kami di DPRD dan juga masyarakat di Desa Lalonggasu, Palotawo dan Lalowatu berharap di 2024 sudah dialokasikan anggarannya. Kondisi fisik dengan bukti visual melalui foto-foto telah diajukan untuk dimasukkan di KUA PPAS Tahun 2023 untuk ditetapkan menjadi APBD Tahun 2024 mendatang,” ujar Mbatono.
Politisi Partai Demokrat ini mengatakan, kiranya pemerintah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Konsel untuk memberikan perhatian terkait kondisi bangunan sekolah di Lalonggasu ini. Pihak sekolah yang terdiri dari guru dan ratusan pelajar di SD dan SMP 1 Atap tidak membutuhkan gedung sekolah yang megah, tetapi cukup ruang belajar nyaman bagi pelajar dan pengajar.
“Terkadang guru dan muridnya harus meninggalkan ruang kelas belajar pada saat proses belajar, jika musim hujan keras dan juga angin kencang bertiup. Hal itu karena ditakutkan bangunan sekolah tersebut roboh atau lainnya,” tutur Mbatono.
Sementara itu, Guru di SDN Lalonggasu, Martati mengakui jika kondisi bangunan sekolahnya sudah sangat lama dan tua. Sejumlah fasilitas seperti lantai sudah keropos dan terkelupas, plafon sudah pada jatuh semua, atap juga bocor bocor dan tembok sudah rawan.
Discussion about this post