Bayangkan, sambung dia, hanya selama bulan ramadan Ayla berlatih tenis meja. Ayla mampu membuktikan saat bertanding melawan laki-laki hingga meraih juara kedua.
“Selamat nak, asah terus prestasimu. Insyaallah Porprov menunggumu sebagai pendatang baru berbakat dan bertalenta tinggi. Jiwa juangmu sangat tinggi, sikapmu yang dingin dengan senyuman manis, performamu yang tinggi, ramah dan bersahaja menjadi bekalmu menjadi atlet nasional ke depan,” tambah Kabid Sosial dan Kependudukan Balitbang Sultra itu.
Lanjut Ridwan, tanpa nama besar kedua orang tuanya, Ayla membuktikan kemampuan mengelola kecerdasan pengetahuan (knowledge intelegensi), kecerdasan akhlak dan emosi (emotional dan attitude intelegensi) keahlian serta keterampilan (skill dan psikomotor intelegensi) menjadi satu kekuatan yang hanya dimiliki oleh atlet-atlet berbakat dan berprestasi.
“Tentunya, dengan polesan tangan dingin pelatih yang tepat, saya yakin Ayla Putri Ali Mazi akan menjadi atlet hebat. Bahkan tidak menuntut kemungkinan menjadi atlet kebanggaan Indonesia dalam kancah nasional dan internasional,” tutup Ridwan.
Penulis: Basisa
Jangan lewatkan video populer:
https://youtu.be/VRMNu2xWe4A
Discussion about this post