Selain itu, tugas baru yang diamanahkan kepada BKKBN sebagai leading upaya percepatan penurunan angka stunting mengharuskan BKKBN untuk terus mendorong penggunaan alat kontrasepsi.
Diketahui, stunting adalah kondisi gagal tumbuh kembang anak yang disebabkan oleh kekurangan energi kronik. Walau pada keluarga mampu, stunting juga ditemukan karena pola asuh dan pola makan yang salah.
Kebanyakan kekurangan energi kronik pada bayi dan anak terjadi pada keluarga dengan tingkat kesejahteraan rendah. Pada keluarga dengan tingkat kesejahteraan rendah inilah paling banyak terjadi kehamilan yang sebenarnya tidak dikehendaki, yang karena kemampuan memberikan asupan gizi tidak optimal maka terjadilah stunting akibat kurang asupan gizi, khususnya protein pada anak.
Contoh KTD adalah kehamilan yang terlalu dekat dengan kelahiran sebelumnya, yang bisa terjadi karena pasangan yang pihak istri baru saja melahirkan tidak menggunakan kontrasepsi. Hal ini tentu akan mengakibatkan anak yang lebih dulu dilahirkan akan menerima ASI dengan kualitas menurun terkait kehamilan (lagi) sang ibu, yang bisa menimbulkan risiko stunting.
Demikian pula saat anak berikutnya lahir, maka pengasuhan dua balita sekaligus tentu sangat merepotkan untuk dapat melakukan pengasuhan. Termasuk pola pemberian makan yang baik bagi kedua balita yang meningkatkan risiko stunting. Disamping tentu saja meningkatkan risiko bagi kesehatan ibu.
Jadi, penggunaan alat kontrasepsi tetap harus digalakkan. Selamat Hari Kontrasepsi.
Penulis: FX Danarto SY, SIP, MA
Editor: Ridho Achmed
Jangan lewatkan video populer:
Discussion about this post