“Pertama, kita perlu menerapkan perbaikan tanah melalui rehabilitasi dan peningkatan biodiversitas,” terang Eka.
Ia menekankan potensi besar dari biomassa kelapa sawit yang dihasilkan, seperti tandan buah kosong, yang dapat didaur ulang untuk memperbaiki kualitas tanah. Untuk mewujudkan harapan tentang kesehatan tanah, menurut Eka, kajian menyeluruh tentang kesehatan tanah harus dilakukan.
Dengan langkah-langkah inovatif ini, bukan tidak mungkin industri kelapa sawit Indonesia bisa bertransformasi menjadi lebih berkelanjutan.
“Ini adalah kesempatan bagi kita untuk tidak hanya meningkatkan hasil panen, tetapi juga melindungi lingkungan,” pungkas Eka.
Editor: Ridho Achmed
Jangan lewatkan video populer:
Discussion about this post