“Meskipun tidak ada signal, tapi itu sangat baik buat wisatawan untuk lebih dekat dan menyatu dengan alam. Itu sangat mengesankan. Dan saya belajar banyak dari perjalanan saya kali ini,” katanya.
Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ni Wayan Giri Adnyani, mengatakan ekowisata adalah benchmark yang paling bagus dalam menerapkan konsep Sustainable Tourism Development (STD) sekaligus menyasar high-end tourist.
Hal ini dikarenakan pengembangan ekowisata tidak sama dengan mass tourism yang hanya mengejar kuantitas kunjungan wisatawan mancanegara (wisman), melainkan lebih fokus mengincar wisman berkualitas.
“Kita mencoba mengangkat semua potensi yang ada. Untuk itu, kami memperkuat jejaring antar tour operator ekowisata nasional dan internasional agar bersama-sama mengemas paket wisata yang menarik buat pasar masing-masing negara,” ujar Ni Wayan Giri Adnyani.
Kawasan Taman Nasional Meru Betiri dapat dicapai melalui empat jalur jalan darat, baik dari Jember maupun Banyuwangi. Untuk mengunjungi taman nasional ini, sebaiknya datang saat musim kemarau, karena jalur menuju tempat ini sangat rentan terhadap banjir saat musim hujan.
Kendaraan yang digunakan juga membuat pengalaman wisatawan lebih mengesankan. Yakni mobil dengan penggerak empat roda, mengingat kondisi jalan yang bebatuan, berlumpur, dan melewati beberapa sungai.
Sebelum menuju ke Pantai Sukamade, pengunjung akan melewati dua pantai yang cukup terkenal. Yaitu Pantai Rajegwesi yang dikenal dengan karangnya yang indah serta Teluk Ijo, sebuah teluk yang memiliki warna biru kehijau-hijauan.
Penulis: Ami Herman
Jangan lewatkan video populer:
Discussion about this post