Siwo Jaya sejak kelahirannya selalu berjalan beriringan dengan organisasi olahraga yang ada. Wartawan olahraga tidak hanya sekadar meliput kegiatan, tetapi tutut berperan merangsang lahirnya bibit-bibit atlet dan mendorong terciptanya prestasi. Di antara kegiatan fenomenal Siwo PWI Jaya adalah menyelenggarakan Turnamen Tinju Amatir Sarung Tinju Emas (STE) yang berlangsung rutin setiap tahun di era PB Pertina pimpinan Saleh Basarah, serta invitasi balap sepeda khusus track yang digelar 9 tahun berturut-turut (1988-1996).
Urutan ketua Siwo Jaya, jelas Djun, yang pertama adalah Sondang Meliala (1966-1970), disusul Lukman Setiawan (1970-1972) 3. Sumohadi Marsis (1972-1974), Kasim Aruan (1974-1975), Ardy Syarif (1975-1980), Sam Lantang (1980-1991), Atal S Depari (1991-1999), Ian Situmorang (1999-2001), Gungde Ariwangsa (2001-2004), Kesit B Handoyo (2004-2012), Hari Bukhari (2012-2019) dan Agus Susanto (2019-2024).
Djunaedi menyebut, para anggota Siwo PWI Jaya selain ada yang masih aktif di dunia pers, ada bermukim di luar negeri, jadi pengusaha dan jadi duta besar.
“Usai HPN teman-teman ingin kumpul bersama sekaligus meluncurkan buku sejarah Siwo itu,” tandas Djunaedi.
Editor: Basisa
Jangan lewatkan video populer:
Discussion about this post