Hal senada juga disampaikan Direktur RS Jiwa Provinsi Sultra, dr Putu Agustin Kusumawati. Putu menyebutkan pembangunan gedung Poliklinik dan gedung Manajemen RS Jiwa Sultra sudah sesuai anggaran yang digelontorkan oleh pemerintah melalui DAK tahun 2023.
“Pembangunan Rumah Sakit Jiwa gedung Poliklinik dan menajemen bersumber dari tahun 2023 kurang lebih Rp30 miliar. Tapi yang bisa berfungsi saat ini hanya lantai satu dan dua,” katanya.
Dengan belum berfungsinya lantai tiga dan empat, kata Putu itu karena terkendala anggaran pembangunan sehingga pihaknya bakal kembali mengusul ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI untuk penuntasannya.
“Tadinya kita mengusul DAK 2024 untuk penuntasannya, tetapi alkesnya dulu yang disetujui. Karena belum disetujui kita mengusul lagi untuk DAK 2025, namun belum bisa pengajuan karena SPA rumah sakit sudah melebihi 70 persen. Jadi belum bisa mengajukan itu,” urai mantan Kadis Kesehatan Sultra itu.
Terkait kendala tersebut, Putu mengaku tak akan patah arang. Pasalnya, ia siap akan memperjuangkannya lagi di DAK 2026 dan APBD Sultra guna penuntasan lantai tiga dan empat yang merupakan gedung pertemuan dan manajemen.
“Mudah-mudahan lantai tiga dan empat ada kelanjutannya, apakah dari pusat atau dari pemprov. Jadi memang kecukupan uang hanya untuk pembangunan lantai satu, dua, seluruh dinding dan atap,” terangnya.
“Jadi memang yang disetujui hanya sebesar Rp30 miliar, mengingat anggaran DAK tidak bisa menyeberang di tahun berikutnya, sedangkan pekerjaan gedung jika dilaksanakan seluruhnya kemungkinan akan sampai menyeberang di tahun 2024,” pungkas dr Putu Agustin.
Editor: Ridho Achmed
Jangan lewatkan video populer:
Discussion about this post