PENASULTRA.ID, BOMBANA – Kapal Motor Reguler KM Bukit Sumber Poleang mengalami kebakaran di wilayah perairan teluk Kabaena saat berlayar dari pelabuhan Sikeli, Kecamatan Kabaena Barat menuju pelabuhan Kasipute, Senin 16 Agustus 2021.
Berdasarkan data Polisi, jumlah penumpang sebanyak 29 orang terdiri dari lima orang perempuan dan 24 laki-laki serta lima orang awak kapal. Sehingga total keseluruhan orang dalam kapal tersebut berjumlah 34 orang.
“Penyebab terjadinya kebakaran, kami masih melakukan penyelidikan,” kata Kapolsek Kabaena, Iptu Andi Muh Taufan.
Dari 29 orang total penumpang, dua orang bayi masing-masing berumur satu tahun dan 22 orang yang dicatat pihak kapal sebagai penumpang sah.
“Sementara tujuh orang lainnya termasuk satu orang bayi diantaranya, dianggap bukan penumpang sah karena tidak mengantongi tiket resmi,” ujarnya.
Namun, setidaknya puluhan penumpangnya termasuk awak kapal berhasil diselamatkan oleh para nelayan asal desa Mapila dan sekitarnya.
Hingga kini, kondisi kesehatan para korban kapal terbakar masih mengalami shock dan trauma.
Musibah kebakaran kapal tersebut ternyata mendapat sorotan dari salah satu korban penumpang kapal KM Bukit Sumber Poleang.
Harapan akan mendapatkan perhatian dari pemilik kapal, pasca kejadian saja pulahan penumpang tersebut dinilai diterlantarkan dipesisir pantai loaksi evakuasi begitu saja.
Hal itu disampaikan Masri Said salah satu korban penumpang kapal.
Ia menilai, pihak manajemen KM Bukit Sumber Poleang tidak memilik sikap empatik dan tanggung jawab sama sekali terhadap keselamatan puluhan penumpang yang wajib hukumnya mendapatkan perhatian dan tanggung jawab dari pihak kapal.
“Saya selaku korban menyaksikan tidak melihat sikap empatik serta tanggung mereka terhadap para penumpang yang nyaris ikut terbakar dibiarkan terlantar,” ucap Masri.
Discussion about this post