Keempat, bahwa upaya memperkenalkan GaMa tidak perlu menggunakan cara-cara lama, melalui baliho, spanduk, dan benda mati lainnya. Rakyat muak dengan cara-cara lama yang menghambur-hamburkan uang. Tim GaMa harus memilih cara-cara baru, kreatif, sesuai perkembangan zaman. Pasangan GaMa tidak perlu meniru gaya politik “anak muda” Kaesang dan Gibran yang ternyata masih menggunakan cara lama, memasang baliho dan spanduk secara massif.
Kelima, bahwa penentu kemenangan di Pilpres 2024 tidak tergantung jumlah baliho, namun pada kemampuan mengidentifikasi dan mengasosiasikan diri GaMa terhadap rakyat. Sebagai pasangan orang biasa, bukan anak, menantu, cucu presiden, dan bukan pula anak, atau cucu pahlawan nasional, serta darah biru menjadikan identitas GaMa sama dan terasosiasi dengan rakyat.
Keenam, bahwa saatnya GaMa memelopori kampanye hijau dengan mengurangi atau menghentikan penggunaan alat peraga dan bahan kampanye, baik baliho, spanduk, dan bahan cetak lainnya dari plastik. Kemudian tidak memasang atau menempel alat peraga dan bahan kampanye di pohon-pohon. Aksi kecil untuk tidak merusak alam harus dimulai.
Ketujuh, bahwa tim GaMa harus terus menabur kebaikan dan menebar optimisme lewat kampanye yang sejuk, riang gembira, tanpa dendam dan amarah. Semua aksi tersebut adalah drama, drakor, sinetron politik seperti dijelaskan Jokowi. Maka Tim GaMa harus siap dengan seluruh drama, drakor, sinetron politik.
Kedelapan, bahwa persoalan baliho terlalu kecil untuk dijadikan bahan pertarungan politik. Tim GaMa lebih baik mempersiapkan ide, gagasan, dan program politik yang sederhana, yang dapat dipahami, dimengerti, dan diterima oleh rakyat. Saatnya Tim GaMa live in dan love in rakyat sebagai alasan dan tujuan Pemilu.
Kemenangan hanya akan diraih dengan memahami dan mengerti kebutuhan dan kepentingan rakyat. GaMa harus mampu membujuk dan meyakinkan hati rakyat, hingga mereka bergerak dan berjuang bersama, terlibat secara partisipatif.(***)
Penulis adalah Kader PDIP, Presidium Ganjar-Mahfud (GaMa) Centre
Jangan lewatkan video populer:
Discussion about this post