PENASULTRAID, JAKARTA – Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) akan menggelar sidang pemeriksaan dugaan pelanggaran Kode Etik Penyelenggara Pemilu (KEPP) perkara Nomor 162-PKE-DKPP/VII/2024 secara hibrida di Ruang Sidang DKPP Jakarta dan Kantor Bawaslu Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Jumat 4 Oktober 2024 pukul 09.00 WIB.
Perkara ini diadukan oleh Muh. Kahfi Zurrahman yang mengadukan Restu (anggota Bawaslu Konawe), Abuldan (Ketua Bawaslu Konawe), Ijang Asbar dan Ramdhan Rizki Pratama (anggota KPU Konawe) masing-masing sebagai teradu I sampai dengan IV.
Teradu I sampai IV didalilkan mengarahkan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Routa untuk melakukan perubahan suara atau penggelembungan di D.Hasil Kecamatan untuk Pemilihan Anggota DPRD Konawe Dapil V Kecamatan Routa.
Perubahan atau penggelembungan suara tersebut untuk Caleg dari Partai Amanat Nasional (PAN) nomor urut 5 atas nama Refaldi Ferdinand dengan mengurangi perolehan suara Caleg PAN yang lain.
Sekretaris DKPP David Yama mengatakan, agenda sidang ini adalah mendengarkan keterangan dari para pihak, baik pengadu, teradu, saksi, maupun pihak terkait.
David menyebut, DKPP telah memanggil para pihak secara patut sesuai ketentuan Pasal 22 ayat (1) Peraturan DKPP Nomor 3 Tahun 2017 tentang Pedoman Beracara Kode Etik Penyelenggara Pemilu sebagaimana diubah terakhir dengan Peraturan DKPP Nomor 1 Tahun 2022.
“Sekretariat DKPP telah memanggil semua pihak secara patut, yakni lima hari sebelum sidang pemeriksaan digelar,” jelas David dalam keterangannya, Selasa 1 Oktober 2024.
Discussion about this post