Gubernur Jawa Timur sendiri menempatkan stunting menjadi program prioritas di Jawa Timur. Menurut Restu, di Jawa Timur, terutama di daerah Banyuwangi, Probolinggo, Jember, Bondowoso, dan Lumajang, angka kematian ibu, angka kematian balita, stunting dan juga dispensasi perkawinan anak, sangat tinggi. Keadaan ini akan menghalangi upaya penurunan stunting.
Restu berharap, melalui Munas IPeKB pihaknya bisa mengadopsi praktik baik pelaksanaan percepatan penurunan stunting untuk Jawa Timur.
“Kalau Jawa Timur itu bisa bagus, saya rasa 75 persen dari bagian Indonesia juga sudah berhasil,” ujar Restu.
Munas IV IPeKB sendiri menaruhkan perhatian pada kondisi Jawa Timur yang cukup memprihatinkan.
Dalam keterangan terpisah, panitia penyelenggara menjelaskan, IPeKB merupakan organisasi profesi bagi penyuluh KB di lingkungan BKKBN yang setiap tahunnya mengadakan munas.
Munas bertujuan menyempurnakan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga; Menetapkan kode etik penyuluh KB; Membuat program kerja; Menyampaikan laporan pertanggungjawaban pengurus IPeKB masa bakti 2017-2021; Memilih pengurus inti; dan menyampaikan rekomendasi kepada instansi Pembina ke BKKBN.
Sumber: bkkbn.go.id
Editor: Ridho Achmed
Jangan lewatkan video populer:
Discussion about this post