PENASULTRA.ID, WAKATOBI – Dinas Perindustrian Perdagangan (Perindag) Wakatobi mengadakan pasar murah untuk menekan kenaikan harga pada sejumlah bahan pokok pasca kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) secara nasional.
Pasar murah sembako ini untuk menekan lajunya inflasi berdasarkan arahan Presiden Joko Widodo melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134 Tentang Belanja Wajib Penanganan Inflasi.
Adapun besar anggaran yang digelontorkan Disperindag untuk pasar murah tersebut sebesar kurang lebih Rp850 juta untuk sekitar 7.500 KK se Kabupaten Wakatobi.
Dalam satu paket terdapat 5 kg beras, 2 kg gula pasir, 2 kg tepung, 2 liter minyak goreng dan susu kaleng senilai sekitar Rp200 ribu, namun dijual ke masyarakat dengan harga Rp100 ribu.
Kepala Dinas Perindag Wakatobi, Safiuddin berharap, pasar murah yang digelar Pemkab Wakatobi dapat meringankan beban masyarakat. Cara ini dilakukan bukan pertama kali, namun menghadapi lebaran Idul Fitri pada April 2022 lalu hal serupa juga dilakukan. Untuk kedepan pihaknya berencana kembali mengadakan pasar murah secara berkala.
“Selain dinas perindag, pasar murah juga dilakukan Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Sosial Wakatobi. Kami berharap kebijakan Pemerintah seperti ini dapat meringankan beban masyarakat,” kata Safiuddin di Aula Kantor Camat Wangiwangi Selatan di sela-sela pelaksanaan pasar murah, Kamis 1 Desember 2022.
Salah seorang warga Kelurahan Wanci, Wa Ati merasa bersyukur dengan adanya pasar murah karena hal itu sangat membantu meringankan beban hidup keluarganya.
Discussion about this post