“Kawasan destinasi Mandalika ini sangat potensial. Bimbingan dan pemberian semangat kepada sumber daya manusia (SDM) harus terus diberikan, agar warga dapat memberikan pelayanan yang prima dan ikhlas,” ujarnya.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Tengah, Lendek Jayadi, berharap pelatihan yang diberikan mampu meningkatkan semangat dan kemampuan warga menerima tamu saat berkunjung, baik wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara.
Menurutnya, melalui pariwisata, energi masyarakat Lombok sebagai warga yang beragama dan berbudaya akan dapat diejawantahkan.
“Ini harus bisa ditarik menjadi pesan, cara interaksi, dan pengalaman batiniah agar tamu dapat merasakan kearifan budaya kita,” ucap Lendek.
Salah satu peserta sosialisasi Yeni Aprianti, (19) warga Desa Rambitan mengaku dirinya mendapatkan banyak ilmu terkait sadar wisata melalui kegiatan sosialisasi. Bahkan, ia termotivasi untuk membangun wirausaha yang mendukung pariwisata di daerahnya.
“Ke depannya, saya ingin ikut menyukseskan wisata di Rembitan. Saya ingin membuat usaha baru, membuat gelang untuk suvenir dari Rembitan,” tutur dia.
Setelah Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat, kegiatan itu juga akan diselenggarakan di Danau Toba, Sumatera Utara, Borobudur-Yogyakarta-Prambanan Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, Bromo-Tengger-Semeru, Jawa Timur, Taman Nasional Wakatobi Sulawesi Tenggara, dan Labuan Bajo/Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur.
Editor: Basisa
Jangan lewatkan video populer:
Discussion about this post