Ia berharap, IPOTLook 2022 semakin meningkatkan literasi dan inklusi masyarakat dalam berinvestasi saham dengan menggunakan analisis fundamental secara mendalam hingga pada akhirnya #SemuaBisalnvestasi.
Sementara itu, Tenaga Ahli Menteri Keuangan Bidang Keuangan Syariah dan Keuangan, Kementerian Keuangan RI, Halim Alamsyah dalam keynote speechnya menegaskan, pemerintah optimis dalam menyongsong ekonomi di 2022 paska dampak varian delta Covid-19.
“Kita melihat aktivitas ekonomi terus menunjukkan perbaikan secara konsisten. Optimisme masyarakat terus menguat yang tercermin dari berbagai indikator yang kami pantau,” tegas Halim.
Dari sisi industri PMI manufaktur, Indonesia kembali mencatat rekor tertinggi pada level 57,2 pada November 2021 dan tetap pada zona ekspansi.
Tingkat konsumsi listrik, khususnya untuk kelompok bisnis dan industri pada November 2021 juga tumbuh dengan stabil. Bahkan, konsumsi listrik industri terus menunjukkan pertumbuhan double digit.
“Dengan kondisi ekonomi kita dewasa ini, kami yakin ekspansi pertumbuhan ekonomi kita semakin menguat dalam beberapa saat ke depan, meskipun masih ada ketidakpastian akibat adanya penyebaran varian baru Covid. Kita yakin ekonomi kita akan tumbuh,” beber Halim.
Ia pun meyakinkan ekonomi Indonesia juga akan terus didorong melalui kebijakan fiskal dan moneter yang lebih kondusif.
“APBN akan terus berperan menjadi pendukung pemulihan ekonomi kita. Defisit APBN 2022 akan diperkirakan mencapai 4,85% dari PDB yang mencerminkan daya dorong yang kuat,” Halim memungkasi.
Penulis: Yeni Marinda
Jangan lewatkan video populer:
Discussion about this post