Menurutnya, selama ini kebanyakan pekerjaan di perusahaan besar menggunakan tenaga kerja atau pekerja dari luar Sultra, alasannya karena pekerja tersebut memiliki sertifikat.
“Inilah yang akan kita kurangi. Pada pelatihan ini pekerja akan mendapatkan sertifikasi tenaga kerja. Kita sudah bicara dengan DPRD Sultra kedepannya akan dibantu fasilitasi,” beber Fahri.
Ia berharap, 2021 akan ada pelatihan bagi pekerja agar bisa mendapatkan sertifikasi.
“Tahun depan Insya Allah 2 sampai 3 ribu tukang kita akan sertifikasi,” ungkap Fahri.
Untuk diketahui, pelatihan MTU ini dilaksanakan dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan. Dimana sebelum pelatihan dimulai para tukang kayu dan besi terlebih dahulu di rapid test.
Penulis: Yeni Marinda
Discussion about this post