Pelaku UMKM dapat memanfaatkan berbagai program Kemenparekraf/Baparekraf dalam upaya mengembangkan produk. Salah satunya BEDA’KAN (Bedah Desain Kemasan) sehingga produk UMKM ini memiliki kemasan yang lebih menarik, profesional, higienis, dan ramah lingkungan.
“Jadi ada program dari Kemenparekraf yaitu BEDA’KAN, ini bisa kita sinergikan agar UKM segera naik kelas. Masalah ekonomi saat ini semakin berat karena harga bahan pokok meningkat. Untuk itu masyarakat harus bisa mengatasinya dengan penghasilan yang lebih baik, dengan produk-produk lebih terjangkau,” ungkap Sandiaga.
Terkait pemasaran produk pelaku ekonomi kreatif Ponorogo, Sandiaga mengungkapkan pihaknya akan membantu pemasaran produk-produk tersebut melalui Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia.
“30 juta UMKM didorong masuk ke dalam platform dannonboarding digital, didukung dengan adanya aturan dari pemerintah tentang kewajiban membeli produk-produk UMKM ini karena masuk ke dalam e-katalog. Kami harapkan ini menjadi tatanan ekonomi baru, dan target kita tahun ini tercipta 1,1 lapangan kerja baru tercapai,” harap Sandiaga.
Editor: Basisa
Discussion about this post