PENASULTRA.ID, MUNA – Permandian Topa adalah salah satu dari sekian banyaknya destinasi wisata unggulan yang dimiliki Kabupaten Muna. Pesonanya banyak diminati pengunjung, baik lokal maupun luar wilayah Muna.
Permandian air payau yang berada di Desa Labone Kecamatan Lasalepa ini hampir setiap minggunya dipadati pengunjung. Untuk melepaskan penat selama seminggu beraktivitas, tak sedikit dari para pengunjung menghabiskan akhir pekannya di permandian Topa.
Letaknya yang tidak begitu jauh dari Kota Raha, dapat ditempuh kurang dari setengah jam dengan mengendarai roda dua maupun roda empat. Aspal mulus mempermudah akses menuju obyek wisata yang satu ini.
Sejak dikenal luas, wisata Topa menjadi primadona. Bersamaan dikenal luasnya Topa, peluang ekonomi tumbuh di wilayah itu. Hadirnya pengunjung membawa rejeki tersendiri bagi warga setempat.
Jajanan yang disajikan, jasa parkiran serta jasa sewa ban dalam bekas sebagai pelampung yang disewakan kepada pengunjung menjadi sumber pundi-pundi bagi warga.
Melirik peluang ekonomi itu, Pemerintah Desa (Pemdes) Labone terus mengembangkan destinasi wisata Topa. Spot-spot baru akan dibangun untuk menarik pengunjung lebih besar.
“Untuk pengembangan wisata permandian Topa dan kenyamanan pengunjung, kami selaku pemerintah desa akan membangun fasilitas pendukung sebagai penunjang, seperti pembenahan parkiran, penataan lapak pedagang kaki lima dan lainnya. Pastinya pemberdayaan terhadap masyarakat kita utamakan,” kata Kades Labone Agus Salim, Minggu 12 Februari 2023.
Menurutnya, disekitar permandian Topa telah dibangun tracking manggrove dengan panjang 75 meter. Kedepannya bakal ditambah sepanjang kurang lebih 200 meter.
Untuk biaya penambahan lintasan 200an meter itu, kata Agus, diperkirakan membutuhkan biaya kurang lebih Rp1 miliar.
Discussion about this post