“Sudah sering mi kasian istriku didatangi oleh pelapor, hanya istriku sabar mendengar semua kata-kata yang menyinggung keluargaku,” ungkap dia.
Hanya saja, pihaknya bersama istrinya yang kini tengah di tahan enggan mengindahkan permintaan pelapor dengan dalil lokasi rumah mereka duduk tersebut telah mendapatkan izin dari pemilik tanah.
“Mungkin istri saya sudah tidak tahan didatangi terus, sehingga sikap spontanitas untuk menutupi tekanan psikologi anak saya yang kerap melihat langsung sikap pelapor itu. Kejadian yang disangkakan terhadap istri saya itu pada pagi hari, sekira pukul 06.00 WITA, 9 Maret 2022,” bebernya.
“Saat itu dirinya terbangun mendengar suara adu cekcok antara istri dan si pelapor, hingga membuatnya penasaran lalu keluar lihatnya, ternyata anak saya yang kecil (3) sementara menangis melihat ibunya dibentak-bentak oleh pelapor,” sambung dia.
Menurut dia, istrinya yang dalam posisi dikerumuni sejumlah orang, sontak membuatnya bergegas menghampiri dan melarang istrinya meladeni pelapor. Namun daster bagian leher yang dikenakan oleh istrinya, dipegang erat enggan dilepas oleh pelapor.
“Jadi luka lecet yang dialami pelapor itu bukan karena di pukul, tapi lecet terseret di tanah. karena posisinya saat itu, istri saya berdiri berusaha melepas tangan pelapor memegang erat kain baju (daster) dikenakan istri saya, tapi pelapor tidak mau lepas,” terangnya.
Penulis: Zulkarnain
Editor: Basisa
Jangan lewatkan video populer:
https://www.youtube.com/watch?v=XPTfDD4NCEg
Discussion about this post