Ia mengaku, membudidayakan rumput laut sejak tahun 90-an. Hanya saja, pasarannya sangat sulit.
“Kalau tahun 2002, pernah juga membudidayakan. Hingga memang, kejayaannya tahun 2005 sampai 2009. Karena pasarannya cukup jelas, penimbang turun langsung,” ujar Sugianto.
Sugianto menuturkan, akhir tahun 2009, produksi rumput laut mulai menurun dikarenakan saat itu pembudidaya rumput laut diserang hama. Akan tetapi, masyarakat petani, masih tetap bertani.
“Tahun 2012, ada mahasiswa dari ITB melakukan kunjungan dengan memberikan edukasi pengolahan rumput laut yang diolah jadi sabun, bahan makanan, pengharum ruangan,” terangnya.
“Hanya saja, cara pengolahannya para petani, tidak mengetahui. Inilah, yang menjadi tantangan yang harus dicari dalam hal peningkatan ekonomi masyarakat petani,” tambah Sugianto.
Sementara itu, Kepala Desa Ghone Bhalano, Muhammad Ery mengapresiasi tim dari UHO yang memberikan edukasi dalam upaya peningkatan budidaya demi menunjang produktifitas hasil pertanian yang bermuara pada peningkatan ekonomi.
“Mudah-mudahan pertemuan ini bisa berimbas pada upaya peningkatan hasil panen petani,” tutur Ery
Sekedar diketahui, dipertemuan itu, para tim dari UHO juga turun langsung melihat lebih dekat lagi masyarakat petani dalam hal pembudidayaan rumput laut.
Penulis: Sudirman Behima
Editor: Yeni Marinda
Jangan lewatkan video populer:
Discussion about this post