Kemenparekraf dikatakannya berkomitmen untuk memberikan pelatihan dan pendampingan agar pelaku UMKM dapat segera onboarding ke platform digital serta mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif.
“Langkah aksi afirmasi ini merupakan kolaborasi yang sangat kolosal melibatkan kementerian/lembaga, pemerintah daerah. Ini saatnya kita mengambil kita mengambil kesempatan sehingga produk-produk ekonomi kreatif kita menjadi pemicu kebangkitan ekonomi. Dan jangan lupa, ada 2 juta lapangan kerja di sektor ekonomi kreatif yang akan semakin berkualitas dengan tindakan afirmasi ini,” kata Menparekraf Sandiaga Uno.
“Aksi Afirmasi Pembelian dan Pemanfaatan Produk Dalam Negeri dalam Rangka Bangga Buatan Indonesia” yang berlangsung kali ini merupakan bagian dari acara puncak “Showcase dan Business Matching Belanja Barang/Jasa Pemerintah untuk Produk Dalam Negeri,” tambahnya.
Dalam acara ini juga dilakukan pameran yang diikuti 100 pelaku UMKM yang memiliki produk substitusi impor yang inovatif serta temu bisnis dari 10 kementerian/lembaga dan 10 pemerintah daerah secara offline dan online.
Dalam penyelenggaraan showcase dan business matching sebelumnya yang dilakukan di Bali tercatat transaksi sebesar Rp214,1 triliun. Dalam showcase dan business matching kali ini diharapkan dapat mencapai angka target transaksi Rp500 triliun.
“Mari kita realisasikan komitmen-komitmen ini. Dari komitmen menjadi kontrak, harus jadi kontrak pengadaan barjas (barang dan jasa) pemerintah dan semua tercatat di e-kontrak LKPP. Dan ini tentunya harapan kita mendorong pertumbuhan ekonomi (nasional) mencapai 2 persen,” kata Sandiaga.
Di sisi lain, Menparekraf Sandiaga mengungkapkan, pihaknya juga terus berupaya agar 30 juta pelaku UMKM onboarding ke platform digital hingga tahun 2024 dalam program “Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI)”.
Kepala LKPP Abdullah Azwar Anas menjelaskan pihaknya telah mempermudah pelaku UMKM masuk ke e-katalog LKPP dengan memangkas birokrasi atau tahapan yang ada. Baik untuk e-katalog nasional maupun lokal.
“Seperti e-Katalog nasional dengan meringkas alur penayangan produk yang sebelumnya butuh delapan tahap, kini hanya dua tahap saja,” kata Azwar Anas.
Editor: Ridho Achmed
Jangan lewatkan video populer:
https://youtu.be/BXaiQPXT5E8
Discussion about this post