Menurut Jim Lomen Sihombing, pihaknya melihat bakal ada potensi kuat penyusup masuk dalam aksi, agar aksi menjadi anarkis dan merusak tujuan aksi yang mulia.
“Ini juga berdasarkan pengalaman yang sering terjadi. Dimana, para koruptor membiayai segelintir orang menjadi penyusup agar demo menjadi kacau,” ujarnya.
Olehnya itu, Visi 98 meminta agar upaya polarisasi anak bangsa yang ingin berjuang tidak terjadi. Sebab, dalam perjalanan sejarah, seluruh komponen masyarakat bersama-sama melawan rezim yang tidak pro kesejahteraan rakyat. Dimana, salah satu elemen tersebut ialah kelompok pelajar.
Dijelaskan, pada zaman kemerdekaan, rakyat mengenal adanya tentara pelajar. Pada tahun 1966, ada barisan KAPPI (Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia), berlanjut pada jaman 1998, ada kelompok API (Aliansi Pelajar Indonesia) termasuk FPPJ (Front Pemuda Pelajar Jakarta) dan lain sebagainya.
“Artinya, Visi 98 meminta agar tidak ada upaya pembungkaman terhadap kelompok masyarakat yang ingin meminta pemerintah atau rezim untuk segera menurunkan harga Sembako, menyediakan BBM yang secara pelan dan pasti, kemudian meminimalisir kenaikkan harga BBM dan Gas subsidi,” ujarnya.
Visi 98 juga melihat adanya upaya yang dilakukan secara senyap namun terkendali agar lobi amandemen tentang masa jabatan presiden bisa dilakukan. Bahkan kemungkinan apabila bisa di amandemen maka target sesungguhnya bukan tiga periode, melainkan bisa seumur hidup.
“Selama parlemen menyetujui tidak ada batasan periodisasi, maka ini sangat berbahaya terhadap kelangsungan demokrasi yang lahir dari gerakan reformasi,” cetus Jim Lomen.
Karena itu, Visi 98 meminta kepada Presiden Jokowi agar menjadi seorang Negarawan yang tidak akan mencederai amanat visi reformasi tahun 1998.
Editor: Muhammad Jamil
Jangan lewatkan video populer:
Discussion about this post