“Dibutuhkan kearifan kita untuk bisa memelihara keberagaman itu agar menjadi sebuah keharmonisan. Dan di Kota Baubau pada khususnya dan Buton pada umumnya, nilai-nilai luhur itu sudah diwariskan oleh para leluhur dengan falsafah Sara Pataanguna,” ujar dia.
Ahmad Monianse mengatakan, nilai-nilai luhur dari Sara Pataanguna tersebut telah masuk dalam urat nadi masyarakat Kepulauan Buton. Sehingga untuk menjaga kerukunan dalam keberagaman akan sulit, karena para leluhur telah memberi jalan keluar yang terbaik melalui falsafah tersebut.
Begitu juga dengan para pendiri bangsa, yang telah menjadikan Pancasila sebagai warisan untuk menjadi pemersatu bagi seluruh warga negara Indonesia. Bendera Merah Putih, bahasa Indonesia, dan lambang negara Garuda Pancasila dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Jika semua instrumen tersebut dapat dihayati, maka akan menjadi perekat dari keberagaman.
Editor: Basisa
Jangan lewatkan video populer:
Discussion about this post