“Kita berharap PWI tidak lagi terbelah. Sebab matahari kembar bisa membuat cahaya makin terang, tapi juga bisa saling bertabrakan. PWI ibarat partai besar, mirip NU dan Muhammadiyah. Dulu, PWI bahkan lebih besar dari Dewan Pers,” kata Komaruddin.
Komaruddin menekankan, pers sejak dulu menjadi bagian penting perjuangan bangsa.
“Kemerdekaan kita juga hasil olahan kata-kata. Nabi pun juru berita dari langit, penyampai pesan. PWI sejak awal menjadi pionir membangun peradaban lewat kekuatan kata. Maka tugas pers hari ini adalah menjaga warisan itu,” kata mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah ini.
Sementara itu, Kepala BPSDM Hukum, Gusti Ayu Suwardani menekankan pentingnya kredibilitas dan integritas bagi organisasi wartawan.
“PWI adalah organisasi besar, jangan mudah terpancing oleh hal-hal yang viral tapi belum tentu benar. Tugas wartawan adalah menjaga kredibilitas dan integritas informasi,” ujarnya.
Silaturahmi ini dihadiri ratusan peserta dari unsur peserta penuh, peninjau, panitia SC dan OC serta calon Ketua Umum dan Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat periode 2025-2030.
Kongres Persatuan PWI 2025 akan dimulai pada pukul 13.00 WIB. Diikuti representasi dari 39 Provinsi dengan total jumlah suara 87.
Editor: Ridho Achmed
Jangan lewatkan video populer:
Discussion about this post