“Selama ini kalau kerja siang hari menggunakan genset kadang pengrajin kita rugi karena membutuhkan BBM yang banyak. Tapi kalau sudah 24 jam menyala ini sangat luar biasa. Seluruh masyarakat kami di pulau Binongko mengharapkan itu,” ia menambahkan.
Menurutnya, jika lampu 24 jam telah beroperasi di Binongko akan menambah penghasilan masyarakat di sektor industri kecil karena semua pekerjaannya selama ini bergantung pada listrik.
“Kami berharap empat anggota DPRD asal pulau Binongko memperjuangkan rencana Pemkab Wakatobi untuk mensubsidi BBM agar listrik di Pulau Binongko dapat menyala 24 jam,” Amasisa memungkasi.
Sebelumnya Pemkab Wakatobi berencana mensubsidi BBM dengan biaya Rp3,8 Milyar untuk menyalakan lampu listrik di Binongko dan Kaledupa untuk sementara waktu sambil menunggu pembangunan PLTS yang direncanakan PLN wilayah Sulselrabar yang belum terealisasi akibat pandemi Covid-19.
Penulis: Deni La Ode Bono
Editor: Yeni Marinda
Jangan lewatkan video populer:
Discussion about this post