Damon, yang meliput konflik di Suriah dan Irak mengatakan, wartawan juga berisiko menjadi sasaran yang disengaja.
“Irak adalah tempat yang sangat berbahaya ketika itu bagi jurnalis untuk bekerja. Dan harga yang harus dibayar … Ini sangat berbeda ketika wartawan sengaja menjadi sasaran, dibanding mengambil risiko hanya berada di medan perang,” imbuhnya.
Terkait perang Israel-Hamas, kelompok seperti Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ) menekankan pentingnya wartawan bekerja dengan aman.
Penonton, pendengar atau pembaca mereka, kata Sherif Mansour, mengandalkan mereka. Sherif Mansour adalah koordinator program CPJ di Timur Tengah dan Afrika Utara.
“Ratusan juta orang di seluruh dunia yang mengikuti berita konflik yang memilukan itu berusaha memahaminya. Mereka bergantung pada jurnalis untuk memperoleh informasi dan komentar yang tepat waktu dan bebas,” ujarnya.
Wartawan Hall dan Damon sepakat bahwa pers yang bebas adalah cara utama bagi masyarakat untuk membuat keputusan-keputusan tepat yang diberikan.
Sumber: voaindonesia
Editor: Ridho Achmed
Jangan lewatkan video populer:
Discussion about this post