DPRD Gula
Pemprov TNI
Pemprov Pemuda

Subsidi Upah Pekerja Mulai Ditransfer Akhir Agustus

PENASULTRA.ID, JAKARTA – Menteri Tenaga Kerja (Menaker) RI Ida Fauziyah membantah rumor yang beredar bahwa program subsidi upah dibatalkan. Menurut Ida, subsidi upah bagi pekerja atau buruh yang bergaji dibawah Rp 5 juta akan mulai ditransfer pada akhir Agustus 2020 ini.

Bombana Gula

“Subsidi upah ini bukan diundur, apalagi dibatalkan. Kami menargetkan akhir bulan Agustus 2020 mulai ditransfer,” katar Ida dalam acara peluncuran Senam Pekerja Sehat di Kawasan Berikat Nusantara, Jakarta Utara, Selasa 25 Agustus 2020.

Ida menyebut, belum mentransfer dana program subsidi upah karena ingin memastikan bahwa data calon penerima subsidi upah sudah tervalidasi dan terverifikasi oleh BPJS Ketenagakerjaan.

“Setelah data diverifikasi dan divalidasi oleh BPJS Ketenagakerjaan, maka kami chek list, lalu diserahkan ke KPPN. KPPN langsung dikirim ke bank-bank penyalur dan ditransfer ke rekening karyawan atau buruh,” ungkapnya.

Ia berharap, pekerja yang belum menyerahkan data nomor rekening ke BPJS Ketenagakerjaan untuk menyerahkan data rekeningnya ke perusahaan tempatnya bekerja agar diserahkan ke BPJS Ketenagakerjaan di daerah masing-masing.

“Saat ini masih terdapat 2 juta data nomor rekening pekerja yang belum masuk. Kepada perusahaan yang belum menyerahkan data rekening pekerjanya, supaya segera menyerahkan. Karena perusahaan yang tidak menyerahkan data rekening pekerjanya akan diberikan sanksi administrasi berupa teguran sampai pada penghentian pelayanan publik,” bebernya.

Pena Pemuda

Ia menambahkan, subsidi upah ini merupakan program stimulus yang dikoordinasikan dan dibahas bersama Tim Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Kementerian BUMN, Kemnaker, Kemenkeu, dan BPJS Ketenagakerjaan pada 2020.

Dimana, sambungnya, pekerja yang mendapat subsidi harus memenuhi seluruh persyaratan, yaitu WNI yang dibuktikan dengan NIK, terdaftar sebagai peserta jaminan sosial tenaga kerja yang masih aktif di BPJS Ketenagakerjaan, dan peserta yang membayar iuran dengan besaran iuran yang dihitung berdasarkan upah di bawah Rp 5 juta sesuai upah yang dilaporkan kepada BPJS Ketenagakerjaan.

Nantinya, dalam proses penyaluran bantuan oleh bank penyalur dilakukan dengan pemindahbukuan dana dari bank penyalur kepada rekening penerima bantuan pemerintah melalui bank-bank BUMN yang terhimpun dalam HIMBARA (Himpunan Bank Milik Negara).

“Mekanisme penyaluran bantuan subsidi upah ini diberikan kepada pekerja/buruh sebesar Rp 600 ribu per bulan selama empat bulan (Rp2,4 juta) yang akan diberikan setiap dua bulan sekali. Artinya, satu kali pencairan, pekerja akan menerima uang subsidi sebesar Rp1,2 juta,” jelas Ida.

Penulis: Bas
Editor: Irwan

Sumber: Siberindo.co

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.